susah itu pasti, bahagia adalah pilihan

Bukannya bermaksud menggurui,
Bukannya bermaksud bilang bahwa hidup saya lebih baik atau lebih bahagia

Tapi saat ini saya sedang lelah mendengarkan ‘keluhan’orang lain
Mengeluhkan pekerjaan, mengeluhkan lingkungan, mengeluhkan hidupnya
Bahkan mengeluhkan hal A, B, C, atau D yang sebenarnya tidak pantas dikeluhkan sama sekali …

Kenapa dan apa yang harus dikeluhkan?

Kalau bilang hidupmu susah,
Hidup semua orang juga susah, siapa bilang hidup Bill Gates nggak susah?
Malah mungkin saja tingkat kesusahan hidupnya lebih tinggi daripada pengamen yang selalu menyanyikan lagu ST 12 di pinggir jalan.

Semua orang punya kesusahan masing-masing kawan, janganlah mengganggap hidupmu adalah yang paling susah sehingga kamu merasa berhak menambah kesusahan hidup orang lain dengan memaksa mereka mendengarkan cerita tentang kesusahanmu, yang mungkin saja tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesusahan pendengar ceritamu itu.

Perbedaannya satu … kamu mengumbar ceritamu dan dia menyimpannya untuk diselesaikan dengan baik.

Susah itu pasti, bahagia adalah pilihan

Apakah sedemikian sulitnya untuk memahami kalimat ini?

Saya tidak selalu bahagia dan tidak selalu susah,
Saya juga tidak selalu bisa menahan diri untuk tidak menceritakan kesusahan saya kepada orang lain. Kalau memang saya ‘tidak tahan’ dan harus berbagi, maka saya pun berbagi dalam dosis yang (saya usahakan) cukup dan tidak berlebih.

Kalau memang kesusahan itu berulang kembali karena kesalahan saya sendiri rasanya tidak bijak untuk menceritakannya kembali bukan?

Toh itu adalah kesalahanmu sendiri …

Kalau mau dihitung, saya punya banyak sekali ‘kesusahan’ yang sebenarnya akan lebih ringan jika saya berbagi dengan orang lain. Tapi untuk apa? Cuma saya sendiri yang bisa membuat kesusahan saya itu menjadi sebuah pelajaran dan tidak mengganggu kebahagiaan yang saya punya.

Atau mungkin …
Keanehan terletak pada diri saya yang memang ‘tertutup’ ini? Entahlah …

saat ini

Saya sedang dicoba oleh Nya, sedang disapa oleh Nya
Mengingatkan saya agar jangan terlena dengan kehidupan
Seenak dan sesibuk apapun itu,

Saya lupa, dan saya pun dihukum karena Dia menyayangi saya

Maafkan saya Tuhan …
Terima kasih karena sudah menyapa

banyak MAU atau satu MAU, silahkan pilih

(mengingatkan saja : ini adalah postingan yang panjang tapi layak baca)

Kata beberapa orang bermimpi adalah sebuah kewajiban, karena tanpa mimpi seorang manusia tidak akan kemana-mana alias mentok a.k.a mandek dalam hidup.

Iya, itu memang benar. Mimpi akan membuat seorang manusia memiliki tujuan dan akhirnya berusaha untuk mencapai mimpinya. Tanpa mimpi hidup akan terasa begitu gamang dan tidak berarti (well for some people YES?)
Tidak akan ada seorang Albert Eisntein dan Mark Zuckerberg yang saat ini berhasil membuat umat manusia mampu membuat nuklir dan ketagihan dengan kehidupan facebook (yang sebenarnya kurang nyata).

And the story goes …

Dari teman-teman yang saya miliki, ada yang termasuk tipe satu mau dan banyak mau. Apakah itu? Lanjutkan membaca …

Tipe satu mau adalah tipe orang yang hanya memiliki satu mimpi dalam hidupnya, dia tidak peduli dengan apa komentar orang lain dan tetap bersikeras dengan mimpinya seabsurd dan seaneh apapun itu. Seiring waktu dan kekerasan hatinya, akhirnya orang pun mempercayai mimpinya. Pada kenyataan yang saya alami, tipe orang-orang ini pada akhirnya (cepat atau lambat) akan mendapatkan mimpinya.

Adalah seorang teman yang menceritakan tentang temannya yang berkuliah di HI Unpar. Sejak awal kuliah orang ini cuma memiliki satu cita-cita, menjadi news anchor di Metro TV. Titik. Tanpa embel-embel apapun. Padahal dengan modal tampang yang menjual dia bisa saja ikutan casting film atau kompetisi putri kecantikan yang amat menjamur itu. Tapi tidak ada yang dia gubris, dia cuma sibuk bermimpi tentang Metro TV sambil melakukan semua hal yang diperlukan untuk menjadi seorang news anchor handal. Sebutkan saja … kemampuan bahasa, wawasan yang luas dan bla bla bla. Saat masih menjadi mahasiswa, bermimpi dan bercerita, ada teman-teman yang percaya dengan mimpinya dan ada yang tidak.

Dia tidak peduli, dia terus bermimpi dan tidak pernah berganti mimpi barang satu kalipun. Lulus kuliah … Metro TV membuka kesempatan untuk menjadi seorang news anchor dan dia langsung mendapatkan apa yang dia mau. Sekarang dia telah menjadi salah satu news anchor terbaik yang dimiliki Indonesia, Chantal Delaconcetta.

Saya merasa tidak perlu menambah cerita jenis ini lagi, di sekeliling kamu pasti banyak sekali cerita seperti itu. Menambah cerita seperti ini lagi hanya akan membuat jari-jari tangan saya pegal tanpa arti. Mereka semua memiliki kesamaan … terobsesi dengan satu MAU.

Well … soal tipe banyak mau. Saya tidak akan jauh-jauh mencari contoh.

Saya sendiri

Sejak balita saya suka menggambar. Saya tidak terlalu suka boneka dan nyanyian. Saya cuma suka menggambar dan buku mewarnai. Di bangku TK fokus saya tetap satu, menggambar. Karena saya merasa tidak ada hal lain yang membuat saya senang seperti saat saya menggambar. SD sampai pertengahan SMP saya cuma suka menggambar.

Kesalahan saya adalah … saya mulai berubah menjadi sesosok manusia banyak mau di awal SMU.

Teater, jurnalistik, majalah dinding, buku tahunan, mabuk organisasi ini-ina-ita-itu, dan club menulis adalah kegiatan yang saya gilai saat SMU. SEMUA memiliki kadar yang sama besar. Saya jatuh cinta dengan teater dan menulis. Saat itu saya memiliki dua MAU. MAU bermain teater sampai tua dan bahkan sempat berpikir ingin masuk STSI sekaligus MAU menjadi penulis feature handal.

Hasilnya ketika SPMB pilihan universitas dan jurusan saya absurd sekali …

Pilihan pertama : Kimia ITB (alasannya sederhana, saya suka Kimia karena guru saya asyik sekali)
Pilihan kedua : Agronomi Unpad (alasannya satu, sepertinya seru membuat buah tomat memiliki rasa seperti buah durian)
Pilihan ketiga : Fikom Unpad (alasannya … semua orang memilih ini juga sepertinya)

Saya lolos ke Agronomi, juga lulus di Arsitektur Unpar. Saya bingung, karena saat itu saya tidak tahu saya ingin apa (bodoh). Salah satu Om menyuruh saya kuliah double karena menurut dia kedua tempat itu bagus, untungnya saya tidak menuruti karena saya pasti akan menjadi orang yang tidak punya MAU sama sekali saking sibuk kuliah.

Masuk ke masa kuliah (saya pun memilih Arsitektur, karena … terdengar lebih artsy aja haha), saya kembali menggambar (karena memang harus) tapi saya pun menggambar atas nama tugas kuliah dan tidak memakai hati. Hasilnya … bagus tapi saya tidak pernah menganggap itu sebagai kesenangan. Dan saat kuliah adalah masa-masa saya giat sekali menulis, saya bahkan berhasil menyelesaikan 1 draft novel yang sekarang entah kemana. Saya sangat mengikuti perkembangan penulis-penulis Indonesia dan melahap buku-buku Seno Gumira Ajidarma tanpa lelah. Itulah MAU saya yang ketiga. Mau menjadi penulis non fiksi absurd sarat makna seperti Seno Gumira Ajidarma …

Bekerja. Capek. Mandek ide menulis. MAU menjadi penulis pun hilang sudah. Malas berpikir. Tenggelam ke dalam arus kehidupan tanpa hasil. Menghadapi beberapa hal menyakitkan. Bercerita ke seorang teman. Saya … disuruh menggambar.

Tapi ini bukan sekedar menggambar tanpa tujuan. Dia menyuruh saya melakukan hal ini rutin setiap hari tanpa jeda. Dia mengingatkan saya tentang tujuan. Saya pun melakukan, tanpa lelah, tanpa absen … mengejutkan! Saya merasa BAHAGIA. Saya merasa memiliki tujuan setiap harinya, saya merasa berharga karena saya memiliki satu hal yang harus saya lakukan.

Lalu saya pun merenungi semua yang sudah lewat. MAU yang amat banyak itu. MAU yang berganti seenak musim yang berganti di tanah Eropa dan Amerika. MAU yang tidak memiliki benang merah antara satu dan yang lain. MAU yang menumpuk tanpa arah. MAU yang tidak pernah berdiam di benak saya lebih dari satu tahun.

Akhirnya sekarang saya memutuskan untuk berdamai. Saya melepaskan MAU-MAU saya itu satu demi satu. Sedih. Iya. Sekaligus lega luar biasa.

Peduli setan saya terlambat, terlambat start lebih baik daripada tidak sama sekali bukan?

Saya sudah berdamai dengan MAU-MAU saya dan memilih satu MAU yang ternyata tidak pernah meninggalkan saya, semenjak saya balita.

Kalau kamu ingin jadi penulis, publicist handal, fashion designer, pemilik butik, terkenal, kaya, punya 10,000 follower di twitter, memiliki blog dengan 10,000 hits perhari. Pilihlah satu. Berakhir di usia 35-40an dengan banyak MAU tanpa satupun MAU yang terealisasi akan sangat menyakitkan. Percayalah …

Jadi,
MAU kamu apa?

(when)

1

2

Ketika sedang bersama orang yang menyayangi dan disayangi, ketika pergi dengan teman-teman yang mana bisa menjadi diri sendiri, ketika merasa dihargai atas yang sudah dilakukan, ketika berkumpul bersama keluarga.

Ternyata keajaiban tidak hanya ada di buku dongeng semata
Dan baru menyadari itu ketika mulai belajar dengan keras untuk mempercayai keajaiban itu sendiri

I don’t know why I love girls more than boys

Audrey Tautou.preview

Blair Waldorf

Camilla-Belle_l

charlotte

Natalie Portman

Zooey Deschanel

6a00d83451b1af69e200e54f1c69818834-800wi

chloe-sevigny

kirsten dunst

sofia coppola 2

Great Lynyrd Skynyrd Road Series from Michael Cartellone

I love all of them!
Click here for more

tentang hal-hal kecil yang rutin

Masa menyenangkan saat masih mengenakan rok abu-abu panjang itu, saya teringat rutinitas ‘antri telepon’ waktu anak-anak kost-an mulai (belajar) pacaran. Saat malam tiba dan pacar-pacar yang malang itu diberi nada tunggu lagu Garuda Pancasila versi komplit. Rutinitas ke Yogya department store untuk belanja bulanan sabun mandi dan kawan-kawannya yang ditutup dengan minum es cendol Elizabeth. Cemas menunggu detik-detik menuju masa SPMB, bukan … bukan soal belajarnya yang seru, tapi saat kami semua berkumpul dan membicarakan tentang masa depan yang cenderung berwarna abu-abu disitulah letak keasyikannya.

4 tahun lamanya saya menelan pendidikan kuliah, di antara sekian banyak malam yang dipenuhi gulungan-gulungan kertas gambar kerja, maket dan berbagai macam tugas yang membunuh raga. Sekarang-sekarang ini saya seringkali teringat dengan kegiatan makan bakso malang gerobak yang kami lakukan pada sore hari tenang di Bukit Resik 2. Malam hari saat dingin mulai menusuk tulang, kami pun memakai jaket masing-masing, lalu melangkahkan kaki ke warung roti bakar terdekat dan menelan roti-roti penuh lemak itu tanpa memperdulikan kadar kalorinya.

Di lantai 14 saya mengingat 1 ekor kura-kura peliharaan saya yang R.I.P karena dia tidak sengaja (ke)masuk di dalam instalasi pendingin gedung dan menghilang begitu saja tanpa bekas. Saya juga masih teringat jelas dengan batagor kuah di belakang gedung itu (dan patah hati setengah mati saat mengetahui tidak ada batagor kuah di Jakarta *sigh). Jangan lupakan saat-saat menaiki lift barang saat shift malam dengan perasaan deg-degan dan berusaha keras mengacuhkan rasa takut.

Bekerja di tengah bapak-bapak itu danĀ  pria-pria dewasa itu. Belajar tentang apa itu arti dari mencintai dan dicintai (yang ternyata maknanya amat sangat jauh, jangan sampai kamu tertipu) sehingga sekarang saya sudah jauh lebih pandai dalam persoalan ini. Meeting mingguan itu, di saat semua orang terlihat mencari posisi yang paling ‘nyaman’ dan tidak penuh dengan gangguan. Es podeng, mpek-mpek, dan bakwan malang pada pukul 4. Sholat di mesjid yang adem minta ampun saat suasana butek mulai membuat otak membeku tanpa ampun.

Kadang …
Saya mengharapkan terjadi hal-hal BESAR dalam hidup saya, yang menurut saya akan bisa terkenang dengan baik di dalam memori dan tak terlupakan. Tapi ternyata memori ini tidak membutuhkan hal-hal yang se-BESARĀ  itu untuk bisa dikenang. Justru hal-hal kecil yang berhasil menempel dengan super lengket di dalam memori. Mereka boleh berupa hal kecil tapi akan sering dilakukan karena membuat alam bawah sadar ketagihan dengan sensasi yang ditimbulkan.

Hal-hal kecil itu yang memang membuat hari-hari terasa pantas untuk diberikan hadiah berupa senyum dan tawa tanpa beban. Hal-hal kecil itu bisa berasal dari kehadiran seseorang, rutinitas YMan setiap jam 10 malam atau menu favorit makan siang di jam istirahat kantor.

Saya selalu merindukan hal-hal kecil itu ketika masa mereka sudah lewat dan saya sadar bahwa saya tidak akan pernah bisa mengecapnya lagi. Ya … itulah letak kebodohan saya yang luar biasa. Tapi hari ini saya sedang berusaha untuk mengingat semua hal-hal kecil yang sudah diberikan orang ini , kamu, dan mereka dalam beberapa bulan terakhir. Dan … sayapun tersenyum lebar dan berjanji dalam hati untuk selalu menikmati setiap detiknya.

Terima kasih Tuhan untuk hal-hal kecil itu, tanpanya hal-hal BESAR akan terasa tidak berarti.

saya ini orang yang tidak konsisten

Terbukti dari tanggal terakhir saya melakukan posting di blog ini 23 Juni 2009, yang mana sudah 3 bulan yang lalu.

Percaya atau tidak saya sering sekali singgah di sini tapi selalu merasa tidak tahu apa yang harus diceritakan dan apa yang harus dituliskan. Padahal 1 tahun lalu saya adalah tipe orang yang doyan bercerita dan menulis, apapun bisa saya tuliskan dan baca kembali dengan rasa bahagia.

And well …
Akibat tidak konsistennya saya menulis, saya pun kehilangan masa 3 bulan kemarin. Ya … tentu saja saya masih memiliki rekaman waktu berupa album foto, dan tagged foto di facebook. Tapi tulisan selalu bisa berbicara jauh lebih banyak daripada gambar. Sekarang yang saya rasakan hanya sesal … karena tidak merekam 3 bulan terbaik saya ke dalam tulisan.

Sesal
Selalu datang di belakang saat tiada guna.

Sekarang pun saya ingin berjanji tapi tidak berani. Saya ingin berjanji untuk menulis setiap hari dan mengurangi waktu melamun saya … tapi saya takut tidak bisa menepati dan tetap melamun di waktu kosong saya.

Saya ingin berjanji untuk selalu merekam waktu ke dalam bentuk tulisan, tapi saya takut tidak menepati karena keasyikan main facebook dan membuka-buka blog-blog ilustrasi.

Saya ingin berjanji untuk lebih rajin berolahraga tapi saya takut ajakan ke nasi goreng bakti di minggu sore terasa lebih menarik.

Saya ini memang tidak konsisten dan tukang berjanji. Agak tidak senang ketika saya menyadari fakta ini. Saya tidak mau lagi berjanji tapi saya akan mulai berusaha keras untuk memenuhi janji-janji lama saya, yang apabila ditumpuk mungkin bisa digunakan untuk memanjat ke lapisan langit pertama.

Banyak sekali yang harus dilunasi untuk Maret 2010. Semangat!

pencil & watercolor is a magic

Esra Roise

when Esra Roise made her amazing drawings

The Acid House

I gotta watch this movie!
Anyone?

Next Page »


Authors

Saya memiliki banyak ketertarikan

Menulis, film, buku, musik, perempuan yang menarik, design, kreatifitas, orisinalitas, ilustrasi, kutipan-kutipan, artist,bright movie star, rock star with attitude, orang muda yang hebat, menganalisa semua hal, pakaian-sepatu-tas-aksesori, kisah cinta yang extraordinary, ke-edgy-an, individual style, inspiring blog, fashion blog (not the 'so-so' one), orang-orang terdekat, pekerjaan yang saya sukai (saja), boldness & sharpness dst dll dsb.HURAY EVERYONE!

Saya suka menggambar

john cena john cena

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30